Showing posts with label ISU TPP AKAN DIHAPUS APABILA JOKOWI JADI PRESIDEN. Show all posts
Showing posts with label ISU TPP AKAN DIHAPUS APABILA JOKOWI JADI PRESIDEN. Show all posts

ISU TPP AKAN DIHAPUS APABILA JOKOWI JADI PRESIDEN, APAKAH BENAR ???



Sekitar 2 hari yang lalu pagi-pagi tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB, saya mendapat sebuah sms dari no asing, inti dari sms tersebut adalah bahwa apabila nanti Joko Widodo atau yang biasa akrab disapa pak Jokowi sebagai gubernur Jakarta dan juga saat ini mencalonkan diri menjadi calon presiden, apabila beliau terpilih menjadi Presiden republik Indonesia masa jabatan 2014-2019, maka tunjangan sertifikasi guru seluruh Indonesia akan dihapuskan. 

kemudian agar hal tersebut tidak terjadi dalam Sms tersebut menghimbau saya agar tidak memilih jokowi menjadi Presiden saat PEMILU nanti dan dalam sms tersebut sms dikirimkan mengatasnamakan PGRI sebagai pengirimnya.

Kemudian Politik apa lagi ini yang diterapkan oleh lawan-lawan Politik bapak Jokowi ???
hari ini saya seperti biasa browsing di internet eh ternyata menemukan artikel berikut yang mungkin menjadi sebuah jawaban SMS gelap yang masuk beberapa hari yang lalu.

Tim Pakar Sekretariat Nasional (Setnas) Jokowi menyesalkan beredarnya layanan pesan singkat (SMS) berisi kampanye hitam yang dikirim kepada anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), terutama di Jawa Timur.

Eva Kusuma Sundari, anggota Tim Pakar Setnas Jokowi, Ahad (20/4), mengemukakan hal itu terkait dengan isi "short message service" (SMS) yang menyatakan bahwa bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) merencanakan penghentian tunjangan profesi pendidik (TPP) dosen maupun tunjangan sertifikasi untuk para guru.

"SMS diakhiri dengan imbauan untuk memenangkan calon presiden partai politik lain," kata Eva yang juga Wakil Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tim Pakar Setnas Jokowi menegaskan bahwa kebijakan Jokowi akan menggunakan pendekatan pembangunan yang berpusat pada manusia dan warga negara sebagai perwujudan dari cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia menandaskan bahwa warga yang berkualitas dan masyarakat sejahtera, harmonis, dan demokratis merupakan perwujudan Trisakti, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.

Dalam kerangka yang demikian, kata Eva, posisi sektor pendidikan menjadi sentral dengan guru yang menjadi tulang punggung program pembentukan warga yang cerdas dan bermental positif tersebut.

"Jadi, tidak mungkin Jokowi akan gegabah menghapus tunjangan sertifikasi guru maupun TPP para dosen yang berdampak langsung pada tingkat kesejahteraan para pendidik," kata wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung).

Sewaktu menjadi Wali Kota Surakarta maupun Gubernur DKI Jakarta, menurut Eva, Jokowi sudah membuktikan dukungan yang serius pada pendidikan melalui program inovatif Kartu Pintar. Selain itu, alokasi APBD DKI bagai pegawai negeri sipil (PNS), termasuk untuk guru, diberikan dengan persentase yang terus meningkat.

Disebutkan pula bahwa saat ini TPP terendah di DKI adalah Rp 2,9 juta per bulan untuk golongan PNS terendah.

Untuk peningkatan akuntabilitas dan percepatan kualitas pendidikan, lanjut dia, Jokowi memperkenalkan pendekatan berbasis kinerja dalam manajemen pendidikan.

"Lelang jabatan kepala sekolah dilaksanakan di DKI Jakarta. Perbaikan akuntabilitas ini diperkuat dengan kerja sama BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan implementasi e-budget yang memungkinkan publik memantau penggunaan APBD DKI per 'real time'," katanya.

Agar tidak terhasut kampanye hitam (black campaign), dia berharap publik merujuk visi dan misi Bakal Calon Presiden RI Jokowi yang segera akan dilaporkan kepada masyarakat setelah dikonsultasikan ke beberapa kelompok masyarakat di sejumlah daerah.

Eva menjelaskan bahwa visi dan misi Bakal Calon Presiden RI Jokowi memang disusun dengan metode partisipatif dan "bottom up" dengan tetap berpijak pada perwujudan prinsip kemandirian yang diilhami Trisakti Bung Karno.

hal yang terlintas dalam benak saya, ternyata Politik itu sangat kejam, apapun akan dilakukan hanya untuk menjatuhkan lawan politik. sedikit himbauan bagi rekan-rekan apabila anda tidak paham tentang dunia politik, jangan sekali-kali bermain politik. semoga informasi ini dapat menambah wawasan rekan-rekan semua, dan bisa menjadi pedoman dalam menyikapi suatu isu yang belum tentu kebenarannya.

Sumber : http://www.republika.co.id/

LIHAT JUGA INFO INI

Powered by FeedBurner

DN Webs weblinkexchange.ownpeg.com

Designed By Seo Blogger Templates
//add jQuery library