Showing posts with label PENYELENGGARA WISUDA ILEGAL YAYASAN ALDIANA BUKAN UNIVERSITAS TERBUKA. Show all posts
Showing posts with label PENYELENGGARA WISUDA ILEGAL YAYASAN ALDIANA BUKAN UNIVERSITAS TERBUKA. Show all posts

PENYELENGGARA WISUDA ILEGAL YAYASAN ALDIANA BUKAN UNIVERSITAS TERBUKA

Kementerian menggerebek prosesi wisuda di gedung Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, yang digelar Yayasan Aldiana
Sebelumnya, saat penggerebekan, Ketua Yayasan Aldiana Nusantara Alimudin Al Murtala menyanggah tudingan bahwa wisuda yang digelar lembaganya abal-abal. “Ini yudisium, bukan wisuda ilegal,” ujarnya.

Menurut Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik Perguruan Tinggi Supriadi Rustad, Tim Evalusi telah memanggil Ketua Yayasan Aldiana Nusantara Alimudin Al Murtala. Saat diperiksa, Alimudin mengakui wisuda tersebut ilegal. Mahasiswa pun tidak melalui proses perkuliahan. Menurut Supriadi, Alimudin juga membuat surat penyataan yang isinya tidak akan memberikan ijazah kepada peserta wisuda. Ia bersedia mengembalikan seluruh biaya yang dikeluarkan peserta. 

Mahasiswa ini korban meski mereka bukan mahasiswa beneran. Mereka mahasiswa abal-abal tapi dirugikan secara finansial. S
elama tiga tahun Yayasan Aldiana seolah-olah membuka kelas jarak jauh sampai ke luar Jawa. Setelah ditelusuri, ternyata tidak ada pembelajaran. Jadi seperti jual-beli ijazah.

Sebelumnya Tim Evaluasi juga membongkar wisuda abal-abal di gedung Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan pada 9 September lalu. Kampusnya beda, tapi masuk dalam satu jaringan sindikat dari beberapa perguruan tinggi, Wisuda yang diselenggarakan sebuah sekolah tinggi ekonomi itu diikuti 460 peserta, sebagian besar mahasiswa S-2.

Yayasan Aldiana mengadakan wisuda yang diikuti  dari :
1. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika295 peserta
2. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tangerang (150) 
3. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Suluh Bangsa (293). 
Totalnya, 738 peserta. Namun, pada hari wisuda, jumlah peserta menjadi 978.

Dari penelusuran, selain di Jawa, Yayasan Aldiana membuka kelas jarak jauh di Sulawesi Selatan, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Namun tak ada proses belajar-mengajar. Untuk mengikuti wisuda, peserta kelas mesti datang ke Jakarta dan membayar Rp 15 juta. 



Menurut Supriadi, wisuda abal-bal ini terbongkar berkat laporan masyarakat kepada Tim Evaluasi. Tim ini dibentuk Kementerian Riset saat kasus dugaan jual-beli ijazah oleh University of Berkeley yang dikelola Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII), terungkap pada Mei lalu. “Kami mengkaji data pendidikan tinggi, lalu cross check dengan laporan masyarakat, kemudian Tim melakukan investigasi dan penyusupan.


Sekretaris Kopertis Wilayah III Putut Pujogiri mengatakan ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi tanpa proses perkuliahan yang memadai mesti dicabut. Tapi kelompok ini agak lihai karena wisudawan belum menerima ijazah. berdasarkan Penelusuran, ijazah itu akan dikeluarkan kalau siKementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi mengungkapkan praktek wisuda abal-abal yang digelar Yayasan Aldiana Nusantara telah berlangsung selama tiga tahun. 

Selain itu Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati membantah kabar bahwa Yayasan Aldiana terkait dengan lembaga yang ia pimpin. Yang digerebek bukan wisuda Universitas Terbuka, melainkan kegiatan wisuda perguruan tinggi lain yang diadakan di Universitas Terbuka. Si penyelenggara menyewa gedung kami.


Sumber : tempo.co

LIHAT JUGA INFO INI

Powered by FeedBurner

DN Webs weblinkexchange.ownpeg.com

Designed By Seo Blogger Templates
//add jQuery library